Home / Berita Nasional / Pencinta hewan butuh mewaspadai kutu babi

Pencinta hewan butuh mewaspadai kutu babi

Pencinta hewan butuh mewaspadai kutu babi

kutu babi

Seseorang netizen dari Malaysia membagi pengalaman saat ketahui anaknya yang suka bermain dengan kucing terserang kutu babi. Apa sesungguhnya kutu babi yang disebut?

Zara Ryzal membuka narasi bermula saat Ijah, anaknya, mengeluhkan nyeri di dekat mata. Sesudah dilihat, dia lihat ada seperti luka atau kudis. Mengharapkan juga akan kering dengan sendirinya, Ijah biarkan.

Tetapi esok harinya dia lihat ‘luka’ itu masih tetap ada, serta tidak hilang saat dilap dengan handuk. Satu hari lalu, ‘luka’ itu makin jadi membesar.

Zara memphotonya serta ajukan pertanyaan pada beberapa rekannya. Satu diantaranya menyebutkan kalau Ijah terserang kutu babi. Zara mengira kutu babi itu melekat di wajah anaknya lewat penghubung kucing.

Zara menyebutkan kalau anaknya benar-benar sangat suka pada kucing, termasuk juga kucing jalanan. Walau demikian dianya tidak menyalahkan kucing karna serangga ini memanglah terdapat banyak di badan hewan. Kutu itu menempel di kulit anaknya, serta baru lepas saat telah kenyang menghisap darah.

Hasil kontrol dokter mengatakan Ijah memanglah terserang kutu babi. Di Indonesia lebih di kenal jadi caplak atau kutu anjing. Umumnya kutu babi atau caplak melekat di kulit hewan-hewan, termasuk juga anjing, sapi, kucing dsb.

Kutu babi, atau caplak, dalam bhs Inggris dimaksud tick, adalah satu diantara grup hewan atau serangga yang seringkali mengganggu manusia serta hewan peliharaan. Terkecuali caplak, ada juga tungau atau mite, kutu atau lice serta pinjal atau flea. Biasanya, kita mengatakan ke-4 type hewan pengganggu itu dengan sebutan kutu saja.

Walau sebenarnya, diambil dari Informasi Peternakan, ke-4 type itu yaitu hewan yang berlainan, meskipun adalah satu filum, yakni Artropoda. Walau demikian, tungau serta caplak ada didalam satu kelas Arachnida serta subkelas Acari, sesaat kutu serta pinjal ada didalam kelas Insekta.

Caplak (tick) serta tungau (tungau) termasuk kedalam suku yang berlainan. Bila caplak termasuk juga dalam suku Ixodidae (caplak keras) atau Argasidae (caplak lunak), jadi suku beda cuma dimaksud tungau saja. Sesaat kutu terdiri jadi dua ordo atau bangsa, yakni Mallophaga yang disebut kutu penggigit serta Anoplura atau kutu pengisap.

Kutu pengisap dalam bhs Indonesia, atau bhs Jawa dimaksud ” tuma ” atau ” tumo “. Sedang pinjal termasuk juga ordo atau bangsa Siphonaptera, serta terdiri kedalam sebagian suku seperti Pulicidae, Ischonopsyllidae, Hystrichopsyllidae, Pygiopsyllidae, Ceratophyllidae, serta Leptosyllidae.

Dyah Widiastuti seseorang staf Loka Litbang P2B2 (Balai Riset serta Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang) Banjarnegara, mengatakan kalau kehadiran caplak bukanlah adalah hal yang baru di kelompok pencinta hewan.

Semacam hewan kecil berkaki delapan, sepintas berupa seperti kuaci, melekat di kulit serta bulu hewan yang paling disayangi baik anjing ataupun kucing, menghisap darah mereka serta baru lepas sesudah kenyang.

Masih tetap menurut Dyah, caplak bisa menyebarkan sebagian patogen seperti bakteri, rickettsia, spirochete, protozoa, virus, nematoda serta racun. Satu gigitan caplak bisa menyebarkan banyak pathogen, hingga caplak adalah hewan ke-2 sesudah nyamuk yang bisa menebarkan penyakit antar makhluk hidup.

Sebagian penyakit infeksi yang disebarkan oleh caplak salah satunya yaitu lyme disease, human granulocytis, monocytic ehrlichiosis, relapsing fever atau demam kambuhan, tick borne encephalitis dsb.

Untuk menghindar caplak berkembang biak di lingkungan tempat tinggal, Dyah mengatakan supaya yang memiliki tempat tinggal memerhatikan kebersihan perabotan dirumah. Karna telur serta beberapa caplak dewasa bisa bersembunyi dibalik karpet, seprei, tempat tidur atau kandang hewan, dan di bebrapa pojok ruang yang gelap, hangat serta lembab.

Bersihkan serta pel lantai tempat tinggal sehari-hari, dengan teratur ganti seprei serta kain-kain pelapis kursi, membersihkan gorden serta tirai, dan bersihkan karpet.

Dan kerjakan perawatan hewan piaraan, bila memilikinya. Melindungi kebersihan bulu serta kulit dengan dengan teratur memandikan, serta memberi obat antikutu.

Karna, menurut Dyah, bila seekor caplak melekat serta bertelur di badan hewan yang telah di beri obat antikutu, jadi telur-telur itu akan tidak menetas. Sudah pasti obat antikutu akan tidak memberantas caplak dewasa, tetapi bisa mengambil keputusan siklus hidup caplak di lingkungan tempat tinggal.

Bagaimana bila caplak telah melekat ke badan hewan piaraan, atau badan manusia?

Dengan memakai pinset, jepit sisi kepalanya, serta angkat ke atas. Bila sisi kepala ketinggalan, upayakan untuk dicabut sekali lagi, tetapi janganlah dikorek dengan jarum karna bisa menyebabkan kepala caplak masuk kedalam kulit serta mengakibatkan problem yang lebih kronis.

Kompres dengan air hangat serta berikan antiseptik. Janganlah pencet caplak yang telah tercabut, karna darahnya memiliki kandungan penyakit, namun masukan caplak kedalam wadah diisi cairan insektisida. Bersihkan bersih perlengkapan serta tangan, selekasnya sesudah usai.

BACA JUGA YANG INI :

Samsung Galaxy S9 dan S8 Spesifikasi nya hanya berbeda tipis
Trailer Film Peter Rabbit Segera Tayang Di Bioskop
Kisah Guru Menyembunyikan 19 Siswa di Lemari Selama Pembantai
Jadwal Bola Champions Yang Akan Di Selenggarakan Minggu Ini
Di Musim Premier League Chelsea Menelan Kekalahan Lagi

About admin

Check Also

Efek Vitamin Untuk Ternak Ayam

Efek Vitamin Untuk Ternak Ayam

Efek Vitamin Untuk Ternak Ayam – Vitamin adalah satu zat senyawa kompleks yang begitu dibutuhkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *